Dinding-dinding itu
Yang kasat mata,
namun keberadaannya nyata
Satu hari nanti mungkin
kita akan menabrakkan diri
Namun genggaman tanganmu
Masih membuatku enggan untuk berlalu
Feb '97
Katakan pada pelangi
Aku mencintainya
tanpa kata-kata
dan ungkapan rasa
Dan beritahukan ia
Tentang ketakutanku
akan kehilangan warna-warninya
Feb '97
Wednesday, December 31, 1997
Juli's, 1997
Being abused
Penyesalan tak kan ada di awal
Buih yang sudah berserak
Letih untuk dikumpulkan kembali
Aku benci !!!
Saat badai menampar
Yang diharap tak kunjung
Tiba-tiba datangnya
Mengejutkan dan menyejukkan
*when I ate and saw family 100, he came.
Emang sih bukan karena gue nya, tapi karena dia keilangan dompet
Tapi damai juga because he trusts me
march 19
Menyanyi hatiku,
Menari,
Merajuk,
Mencinta,
Di awan yang paling kupuja
# March 22, after MKSE
Pertikaian terkadang harus ada
Memasung pelangi tanpa warna
Apr 1, after boe open house
Tak ada ….
Yang ada ….
Tak ada sengaja
Dia dan aku menantang belantara
Tak ada niat
Dia dan aku mengoyak nafas sang raja
Yang ada hanya
Dia dan aku dalam pelangi yang sama
jul, 5 april 97
You give me ‘kling’
Dua peluh
Yang menyatu lebur
Yang meredam detak jantung
Yang memburu lega
Yang menetas ‘kling’ di penjuru ubun2
Pun takkan mampu menerangkan
Nuansa yang dirasa
Awasi satu malam
Nikmati satu rasa yang tak terkira
Walau ternyata
Kusisakan sepertiga kecemasan
Jul, April 5’97
Tidak (usah) berpikir rumit
Rasakan saja …let it flow …
(mungkin) itu jawabnya (sekarang)
gamang
Mengapa terkadang harus ada rasa pahit di tenggorokan
???
Yang menawarkan keragu-raguan
Yang menerawangkan pikiran kemana-mana
Yang mengeringkan diriku dari dalam
Aku hanya bisa berharap dengan sangat
Bila pagi membangunkanku
*tembok … kenapa harus ada???
April sebelas
lochinvar
Karena yang dirasa
Betapa tak bosan-bosannya
Tiap detik dalam kesendirian
Menera hati2 mosaik
Yang menjelmakan sang lochinvar
Saat menatap lazuardi nan cantik
Ketika temaramnya malam berbisik
Berkhayal merangkai bintang
Di padang hijau nan ramah
Menggapai mimpi
Berharap pagi mengubah skenario
Karena begitu inginnya aku berkelana
Merasakan lekuk indah di atas matanya
Merasakan tiap jengkal sentuhannya
Dan tak kan melepasnya
# kayaknya aku makin cinta…. 12 april 1997
selamat sore cupid,
kamu memanah tepat pada sasaran
dua bintang kecil ber-slam-dunk
di pelangi yang paling indah
yang pernah ada
ya…
once more
sentuhan bagai sebuah magnit
rasionalitas jauh tertinggal di belakang
april dua enam sembilan tujuh
Tuesday, December 31, 1996
Ari's, 1996
funny, isn't it
that a girl and a boy
have a same feeling of caring each other
while realizing the distance between them
and knowing that the time may do them apart
but the goddess or love,
was she careless or whats
o, it's funny, isn't it?
ari, 96
PUISI CINTA 4
Ada sepotong cinta
Jatuh dari hatimu
Ijinkan aku untuk memungut
Biar kupupuk dan kupelihara
Ada secarik kasihTercecer di langkahmu
Ijinkan aku untuk memungut
Biar kurangkai dan kujalin
Ada seutas asa
Tersela di imajimu
Ijinkan aku untuk meraih
Dan kurajut masa bersamamu
Ari, Jun 96
FROM SYDNEY WITH LOVE
Angin musim dingin
Sydney, Juni
Tergigil
Kulit Asia ini yang tak terbiasa
Hei, gedung Opera
Serta peluit kapal di pelabuhan
Mendetaki tiap langkahku
Menjejaki pesona demi pesona
Kota putih ini
Ku ajak mereka bercakap
Tapi mereka tentunya tak mengerti
Atau burung-burung pantai
Yang mematuki remah rotiku
Ah, mereka juga tak tahu apa-apa
Bahkan musim dingin Sydney
Tak berhak menghalangi
Untuk memiliki rindu ini
Ari, Aug 96
Juli's, 1996
Mengapa
Mengapa lagi-lagi
Kamu
Menyeruak semua rasa disini
Menguasai mata hati dan otak ini
Yang tadinya biasa-biasa saja
Jadi menyenangkan
Mengapa?
Di lubuk sini
Tidak mau
Tapi mengapa lagi-lagi
Kamu ada dimana-mana
Dan bila jejak menyatu
Tiada sanggup melepaskan
Mengapa…mengapa…
Harus ada rasa itu?
About nya
May ’ 1996
Confused
Aku hanya dapat menghibur asaku
Biarkan semua terjadi
Semau alam bertindak
Tunggu, nantikan, lihat dan hadapi:
Rasa itu menyatu rasa itu tinggal kenangan
Mencercah harapanku yang harus terkubur
Memberi sebuah pesona terpuruk dan menebar memar
Yang lebih tak terbayangkan sehingga aku harus kuat
Dari sekarang bangkit menepis luka
Cuma…. sampai kapan aku manis (/tolol?) menanti?
June 13’ 1996
Jam 3 kurang 15 pagi
After teater koma, cinta yang serakah
Merasakan cinta
Merasakan cinta adalah sesuatu yang tak terelakkan
Rasa itu datang tanpa diminta
Perlahan merasuki segenap aliran darah
Seketika menancap
Ia susah untuk dilepas
Sia-sia mencegahnya
Ku kan selalu kembali untuk mereguknya
Meresapi tiap detik yang kupunya
Yang kutahu rasa itu tidak terlukiskan
Bahkan dengan kosakata penyair
Yang paling puitis sekalipun
Kata orang bijak: cinta sejati tak menuntut balas
Bahkan bila dia yang tercinta
Merajutkan cinta yang semu
Karena dia melabuhkan cintanya
Bukan di jangkarku…
August 6’ 1996
yang terpendam
sebentuk rasa yang telah meradang
sulit untuk dihalau
dan… hariku menjadi berawan
mendung tanpa gairah
sebongkah ragu terus membayang
merajam sejuta simpati
yang telah tertancap
beradu antara lepas dan tidak
sekelumit bulan telah berlalu
menebar impian semu
mengoyak dinding yang teguh
tanpa sempat memberi jeda
sebuah jenuh menjadi tak berakhir
tiba kemudian pergi
seringnya menabuh luka
tapi aku malas beranjak
juls, aug 96
Dua buah hitam
Dalam sepuluh detik
Dua buah hitam dalam sepuluh detik
Menyeruak di keriaan
Menghadang pandang mata
Menebas kelopak sayu
Melecut debar di dada
Dua buah hitam dalam sepuluh detik
Berlalu tanpa menoleh
Melumpuhkan gerak bibir
Memadamkan bara jumpa
Menyelipkan goresan luka
Dua buah hitam dalam sepuluh detik
Bagai duri yang menyengat berahari-hari
Selanjutanya?
Tak ada
Biarkan amanat atas yang menjawab
Sept ‘96
Subscribe to:
Posts (Atom)