Tuesday, December 31, 1996

Juli's, 1996




Mengapa

Mengapa lagi-lagi
Kamu
Menyeruak semua rasa disini
Menguasai mata hati dan otak ini

Yang tadinya biasa-biasa saja
Jadi menyenangkan
Mengapa?

Di lubuk sini
Tidak mau
Tapi mengapa lagi-lagi
Kamu ada dimana-mana

Dan bila jejak menyatu
Tiada sanggup melepaskan
Mengapa…mengapa…
Harus ada rasa itu?


About nya
May ’ 1996




Confused

Aku hanya dapat menghibur asaku
Biarkan semua terjadi
Semau alam bertindak
Tunggu, nantikan, lihat dan hadapi:

Rasa itu menyatu rasa itu tinggal kenangan
Mencercah harapanku yang harus terkubur
Memberi sebuah pesona terpuruk dan menebar memar
Yang lebih tak terbayangkan sehingga aku harus kuat
Dari sekarang bangkit menepis luka

Cuma…. sampai kapan aku manis (/tolol?) menanti?

June 13’ 1996
Jam 3 kurang 15 pagi
After teater koma, cinta yang serakah




Merasakan cinta

Merasakan cinta adalah sesuatu yang tak terelakkan
Rasa itu datang tanpa diminta
Perlahan merasuki segenap aliran darah
Seketika menancap
Ia susah untuk dilepas
Sia-sia mencegahnya
Ku kan selalu kembali untuk mereguknya
Meresapi tiap detik yang kupunya
Yang kutahu rasa itu tidak terlukiskan
Bahkan dengan kosakata penyair
Yang paling puitis sekalipun

Kata orang bijak: cinta sejati tak menuntut balas
Bahkan bila dia yang tercinta
Merajutkan cinta yang semu
Karena dia melabuhkan cintanya
Bukan di jangkarku…

August 6’ 1996




yang terpendam


sebentuk rasa yang telah meradang
sulit untuk dihalau
dan… hariku menjadi berawan
mendung tanpa gairah

sebongkah ragu terus membayang
merajam sejuta simpati
yang telah tertancap
beradu antara lepas dan tidak

sekelumit bulan telah berlalu
menebar impian semu
mengoyak dinding yang teguh
tanpa sempat memberi jeda

sebuah jenuh menjadi tak berakhir
tiba kemudian pergi
seringnya menabuh luka
tapi aku malas beranjak

juls, aug 96




Dua buah hitam
Dalam sepuluh detik



Dua buah hitam dalam sepuluh detik
Menyeruak di keriaan
Menghadang pandang mata
Menebas kelopak sayu
Melecut debar di dada


Dua buah hitam dalam sepuluh detik
Berlalu tanpa menoleh
Melumpuhkan gerak bibir
Memadamkan bara jumpa
Menyelipkan goresan luka

Dua buah hitam dalam sepuluh detik
Bagai duri yang menyengat berahari-hari
Selanjutanya?
Tak ada
Biarkan amanat atas yang menjawab



Sept ‘96

No comments: