Sunday, October 14, 2007

Lebaran 2007



Lebaran pertama buat RaRa. Kita menginap di rumah Bintaro dari malam takbiran. Lebaran biasanya punya baju baru. Tapi RaRa tidak punya baju baru. Soalnya baju RaRa yang belum dipakai aja masih banyak (pemberian sana-sini).

Tahun lalu lebaran belum ada RaRa. Tepatnya RaRa sedang menanti bertemu ami dan papai. Kalau diingat-ingat Lebaran tahun lalu adalah sibuk membeli perlengkapan penyambutan RaRa.

Lebaran hari pertama di rumah Bintaro bersama keluarga dari Ninik Ana. RaRa bangun pagi untuk mengucapkan Happy Idul Fitri ke papai. Sekitar jam 11 sudah ramai juga. RaRa Cuma dapat angpaw sedikit. Hehe… 1st time nih RaRa cobain makan ketupat. Wah ternyata RaRa suka tuh dimakan sama tahu dan brokoli kukusnya.

Lebaran hari kedua di rumah Om Djoko-Tante Dewi di H. Nawi bersama seluruh keluarga besar Aki Sutanandika. Disini jelas lebih ramai karena keluarganya memang besar banget. RaRa banyak dapat angpaw loh! ada acara potret keluarga. Jadi rata-rata keluarga pada pakai baju seragam. Berhubung kita tidak beli baju Lebaran, jadi kita pakai baju putih saja. Papai pakai baju putih lengan pendek yang biasa untuk ngantor. Ami pake kaos putih hadiah bday dari Tante Ria (soalnya kemeja putih sudah ga muat karena ami menggendut 5kg). RaRa pakai kaos putih dari Ninik tulisannya GIRL. RaRa seneng disini karena banyak anak-anak. Liat pada ramai main di kolam bola.

Juli

Saturday, October 13, 2007

Friday, October 12, 2007

Tuesday, September 25, 2007

‘Gendong’ Day

Kemarin RaRa jadi manja banget. Biasanya RaRa bukan baby gendongan, tapi memang ada masa dimana RaRa ga mau lepas minta digendong dan dipeluk terus. Susahnya jadi ibu yang jarang gendong, ketika harus menggendong lama, pegelnya ampun-ampunan. Karena tidak terbiasa juga pakai kain gendong, jadinya tanpa alat bantu. Duh RaRa sudah berat banget deh.

Sepertinya malamnya RaRa mimpi buruk, jadinya hari itu RaRa tidak tenang. Ditambah lagi RaRa bete waktu mandi pagi sama papai karena mungkin samponya kena mata. Biasanya jam 10 pagi RaRa sudah bobok lagi (RaRa biasanya bangun jam 6 pagi). Sudah digendong-gendong dan RaRa sudah tutup mata… tapi saat diletakkan di tempat tidur, dia langsung menangis. Begitu terus beberapa kali. Berhubung tangan sudah pedes rasanya dan keringetan, ami tetap letakkan RaRa di tempat tidur. Jelas RaRa menangis lagi dan kencang. Akhirnya ami beri frame foto kak Ben dan Icad dan mainan lain. Eh Ternyata RaRa mau diam. Malah tertawa-tawa dan kelihatan happy. Alhasil RaRa ga mau bobok pagi, maunya main. RaRa kelihatan moody, kadang tertawa-tawa, tapi kalau ada yg ngeselin dikit langsung mewek. Ami pikir bakal jadi rewel day nih.

Makan siang dipercepat, soalnya takut keburu RaRa ngantuk karena tidak bobok pagi. Takut deh RaRa bakal males makan. Ternyata engga tuh, dia tetap pintar makan siang dengan macaroni, tahu tempe rebus dan labu siam wortel kukus. Sekitar jam 12 untungnya sudah selesai makan dan terlihat mengantuk. Maunya digendong lagi, tentu saja! Bagusnya karena RaRa ngantuk berat, jadi tidak marah saat diletakkan di tempat tidur.

RaRa bangun jam 2 dan ada kak Ben main. Jadi RaRa tambah happy. Cengeng-cengeng dikit kalau kak Ben pelit. Mandi sorenya juga mulus,walaupun ketika dibawa ke kamar mandi jejeritan. Dikasih mainan sabun langsung happy lagi. Lalu setelah jalan-jalan sore, RaRa makan sore. Pintar makannya, Cuma tempenya dilepeh-lepehin. Nah kelihatan deh, jam 5 sore RaRa jadi ngantuk lagi. Untung makannya sudah selesai, kalau tidak bisa bete RaRa. Disuruh makan tapi ngantuk. Lagi… lagi…. Ami harus gendong dong…..

RaRa bangun jam 7 malam dan kita pergi jenguk Beby Paksi yang punya baby boy bernama Brama Vidya Putra (wah sama nama tengahnya Vidya kayak RaRa!). RaRa senang dapat gantungan kunci babi pink dari Illinois. Tapi sayangnya RaRa tidak bisa lihat adik Brama soalnya masih di incubator. Cuma bisa lihat fotonya. Habis nengok kita makan donat sebentar dan sampai rumah jam 9.30. Seharusnya kalau normal, RaRa sudah ngantuk dari jam 8. Ternyata oh ternyata, karena hari ini jadwal RaRa kacau, jadinya RaRa super on! Happy banget lagi, guling sana guling sini. Teriak-teriak lucu, niru-niru papai yang pura-pura nangis, peluk-peluk (minus gendong untungnya!). Padahal RaRa lagi lucu banget, Cuma aminya payah. Teler dan ngantuk. Ehm… lantas jam berapakah bayi centil ini mau bobok? jam 11.30!

Ps. Tanpa ami gendong, papai yang sempat gendong. Tapi bisa bobok sendiri karena sudah teler gerak mulu.

Juli

Sunday, September 23, 2007

Trauma Cemara

Sungguh mengagumkan mengamati perkembangan si kecil dari hari ke hari. Ada saja yang membuat kita terheran-heran, tertawa, sebal, gemas dan kagum. Cemara seperti hard disk kosong yang semakin hari makin pintar. Bukan hanya kemampuan motorik dan pemahamannya, tapi juga ekspresi emosinya.

Setelah diamat-amati anak sekecil RaRa bisa trauma juga. Ada dua kejadian yang kelihatan. Yang pertama, soal makan. Waktu umur 8 bulan, RaRa susahnya bukan main disuapin. Saking hopeless nya, Ami suka nipu-nipu RaRa. Misalnya karena RaRa suka air putih, ceritanya RaRa dikasih gelas, padahal waktu buka mulut langsung dicekokin sendok makan. Dan beberapa tipu menipu lainnya. Untungnya setelah itu ami tobat, ga mau maksa-maksa RaRa makan. Tapi kelihatannya RaRa sudah terlanjur trauma sama sendok. Sampai sekarang makannya disuapin pakai tangan sambil RaRa nyuap sendiri potongan sayur kukusnya. Kadang-kadang mau disuapin pakai sendok, tapi seringnya ga mau.

Yang kedua, soal mandi/sampoan. RaRa mandi paginya sama papai, biasanya sekalian sampo. Kalau mandi sore sama ami, tidak pakai sampo. Sejak 3 bulan lalu RaRa sudah diperkenalkan air dingin. Jadi mandinya pakai air hangat dan dingin. Awalnya RaRa panik banget sama air dingin. Sekarang RaRa sudah cuek, tapi kelihatan dia ga terlalu nyaman lama-lama disemprot air dingin. Papainya RaRa rada perfesionis dalam hal sampo menyampo. Jadi kalau nyampo tu lama sambil mijit-mijit kepala RaRa. Mungkin saking mantapnya, busa jatuh-jatuh ke muka. Lalu dibilasnya pakai shower air dingin. Yang pasti kena-kena ke mukanya dong.

Kadang-kadang RaRa marah, kadang cuek karena asik sama mainan. Tapi 4 hari terakhir ini kayaknya dia terganggu banget. Memang disamping itu RaRa lagi ‘ami mania’. Maunya deket ami terus. Jadi waktu mandi pun harus lihat ami. Dan ketika masalah sampo terjadi, jejeritanlah RaRa. Sampai-sampai tidak mau mandi sama papai. Tapi kelihatannya hari ini problem solved. Soalnya papai ngikutin cara ami kalau nyampoin RaRa. Cara yang kita sebut sebagai tidak perfect, tapi ga bikin bete RaRa. Dan RaRa mau tuh tidak nangis lagi.

Juli

Tuesday, September 11, 2007

Beach time - day 3

Selasa pagi sesudah breakfast, RaRa fish feeding. Sayang tidak ketemu kak Stella. Lalu kita ke pantai lagi. Kali ini RaRa mau main di pasir walaupun gak excited amat. Ketika dibawa ke air laut, RaRa ga suka cenderung mau nangis. Yahh RaRa…. Mungkin RaRa masih recovery dari sakitnya, jadi ga mood. But we had some good pics here! Habis main pasir, RaRa mandi dan langsung bobok. sesudah itu, kita ke airport deh. Bye bye fish, bye bye beach and sand, bye bye Bali! Wish we’ll be back soon…

Juli

Monday, September 10, 2007

Beach time - day 2

Hari senin low fever RaRa sudah hilang. Suhunya sudah normal, berkisar 37.2 celcius. Syukurlah… RaRa juga kelihatan lebih fit. Selesai breakfast, RaRa ke taman dan kolam. Lalu RaRa kenalan dengan kak Stella, dan fish feeding bareng. Ikannya banyak banget dan bagus-bagus. Ada burung jalak yang warnanya soft lagi. Bagus deh.

Sesudah mandi pagi, RaRa main dulu di Kids Club. Ternyata kosong, cuma RaRa saja yang main disitu. Padahal tamunya banyak, tapi jarang yang bawa anak. Umumnya oma opa atau young couple. Sejauh ini memang RaRa baru ketemu kak Stella saja yang umurnya 4 tahun. Jadi di Kids Club, RaRa menguasai semua boneka, bola, lego dll. Duh senangnya….. tibalah saatnya RaRa ngantuk berat. Sesudah bangun, RaRa mau mam siang, tapi ga dihabisin. Lalu kita pergi ke art market di sebelah hotel. Ketemu sama ibu-ibu pedagang yang manggilin RaRa. Kasihan juga art market nya sepi, tidak ramai seperti di area Kuta.

Habis itu, kita menunggu shuttle bus menuju Bali Collection Nusa Dua (dulu disebutnya Galleria Nusa Dua). Duh senangnya RaRa bisa liat air mancur! Ami sama papai mam, RaRa juga mam roti. Kelihatannya RaRa riang ketawa terus. Lama-lama mulai bosan dan berontak dari high chair nya. Sesudah itu, kita potret-potret di sekitar air mancur dan pura. Lalu ami dan papai seperti biasa ngopi. RaRa yang bosen di tempat duduk, jadi merangkak di lantai. Bisa ditebak, kaki RaRa hitam-hitam gak karuan!

Sampai di hotel, RaRa dan papai berenang di pool. Ketemu kak Stella yang pintar berenangnya. Tapi ternyata ga bisa lama-lama. Karena sudah mulai gelap, jadi dingin dan RaRa ngantuk. Sesudah bangun dan mam, kita pergi beli sandwich. Lalu jalan-jalan di sepanjang pantai. Gelap dan sunyi tapi indah. Bintangnya banyak sekali. Deru ombaknya tidak kencang. Hari ini RaRa sudah cukup sehat, sedikit-sedikit saja manjanya. Dan anehnya kali ini RaRa maunya sama papai terus. Kebalikan sama liburan di Jogya. Waktu itu kalau bete, RaRa maunya sama ami saja.

Juli

Sunday, September 09, 2007

Beach time - day 1

RaRa bersama ami dan papai hari minggu sampai selasa lalu pergi liburan ke Nusa Dua Bali. Tujuannya supaya RaRa bisa kenalan sama pantai yang indah dan bersih. Hari sabtunya badan RaRa agak demam. Sebenarnnya ami takut kalau RaRa sakit. Demamnya tidak turun, tapi RaRa tetap lincah dan mau makan. Hanya jadi sedikit manja. Sabtu malam demamnya sampai 38.3 celcius. Jadi RaRa dikasih obat penurun panas. Minggu pagi, suhunya turun jadi 37.6 celcius. Kita tetap berangkat.

Di pesawat RaRa sama papai and being a good girl. RaRa mau tidur dan tidak menangis. Karena perjalanan lebih panjang dari waktu ke Jogya, RaRa bangun ketika masih di pesawat. Agak rewel karena maunya jalan-jalan. Ketika landing RaRa cukup tenang juga. Sesampai di Ngurah Rai, kita sudah dijemput Pak Nyoman. RaRa agak teler-teler gitu. Mungkin ngantuk dan lapar.

Tiba di hotel, RaRa kelihatan happy sama tempat tidurnya yang besar. RaRa guling-gulingan sambil ketawa-ketawa. RaRa juga happy karena kamarnya besar, jadi RaRa bisa merangkak sana sini. Tapi mungkin karena masih low fever, RaRa jadi gak mood. Kadang riang, kadang cengeng. Hari minggu itu RaRa habiskan untuk bobok, main-main di kamar dan lihat taman dan kolam yang indah. Sore-sore RaRa dibawa ke pantai hotel. Mungkin karena masih ngantuk juga, RaRa bete sama pasir. Diajak main pasir kayak ketakutan gitu. Jadi cuma sebentar saja, terus RaRa happy karena bath time. Habis mandi, RaRa langsung bobok lagi deh. Malam-malamnya RaRa malah ‘on’, ngajak main. Padahal ami dan papai mau bobok. RaRa suka ada-ada saja deh…

Juli

Saturday, August 25, 2007

Ke laut yuk..

Sabtu pagi yang cerah, RaRa bersama ami, papai, mamah Rosa dan kak Ben berangkat menuju Ancol. Ceritanya Kak Ben ingin banget main pasir dan RaRa mau kenalan sama air laut.

Sampai di Ancol sudah jam 10 dan RaRa ko kelihatan ngantuk ya? Sebelumnya memang sudah tidur tapi sebentar. Lalu papai, RaRa dan kak Ben ganti baju renang. Kak Ben langsung terjun ke laut. Sementara papai coba dekatin RaRa ke air laut di pinggiran. Kata papai, RaRa kelihatan bingung dan tidak terlalu suka. Tapi belum protes. Lanjutnya papai bawa RaRa ke tengah bareng-bareng kak Ben.

Setelah agak lama di tengah, RaRa bukannya happy tapi malah tambah bete menuju mau nangis. Akhirnya dibawa lagi ke darat. Diajak main pasir juga tidak begitu suka. Sudah pukul 11 dan ami mencoba memberi RaRa makan siang. Tapi RaRa tidak terlihat lapar karena memang biasanya RaRa makan jam 12. RaRa geratak sana geratak sini tapi kadang bete. Kelihatannya RaRa ngantuk. Papai coba gendong RaRa supaya bobok, RaRa tidak mau. Biasa deh banyak distraksi karena RaRa ingin lihat macam-macam. Termasuk lihat badut Chiki dan badut Cheetos. RaRa maunya ngeliatin terus, tapi kalau dideketin jadi takut dan mau menangis. Karena tidak mau bobok juga, RaRa makan lagi. RaRa sebenarnya mau, tapi ko terus malah muntah dan banyak lagi. Jadi susunya keluar semua. Jangan-jangan RaRa tidak tahan kena angin laut.

Membujuk kak Ben untuk pulang susah juga. Soalnya dia asik banget main pasir di siang yang terik. Akhirnya setelah diiming-imingi akan diajak cuci mobil, Ben mau pulang. RaRa senang karena dapat balon lumba-lumba pink dari mamah Rosa. Sayangnya, liburan kenalan sama lautnya kurang sukses….

Juli

Tuesday, August 21, 2007

Angkat tangan, RaRa mau Berdiri!

RaRa tambah lincah akhir-akhir ini. Berhubung sudah gede (sudah 10 bulan loh), RaRa lagi asik belajar berdiri tanpa pegangan. Gayanya tuh lucu banget. Dimulai dari posisi merangkak kemudian mendapatkan pegangan untuk berdiri. Biasanya pegangannya yang rendah. Misalnya ami atau papai yg sedang tiduran gaya miring. Lalu tiba-tiba RaRa akan melepaskan tangannya dan bergaya angkat tangan. Yang beberapa saat kemudian RaRa jatuh. Berhubung latihannya di tempat tidur, jadinya jatuhnya engga sakit.

Selama ini RaRa belum berani latihan di ruang tivi tempat biasa main. Hari ini kebetulan RaRa duduk di dalam laundry basket. Lalu seperti biasa, kalau sudah bosan, ia akan berusaha keluar dengan cara berpegangan pada laundry basket nya. Eh kali ini ia mengangkat badannya supaya tegak dan mengangkat tangannya. Lumayan bisa berdiri lebih stabil tanpa pegangan. Mungkin karena dasarnya tidak empuk seperti tempat tidur, RaRa jadi bisa berdiri stabil. Coba diulang RaRa, angkat tangan!

Juli

Monday, August 20, 2007

Manja vs Disiplin

Kata papai, RaRa suka ‘ngadu domba’ kita. Soalnya kadang-kadang RaRa maunya hanya sama ami. Akibatnya papainya iri karena dicuekin. Sebaliknya juga begitu. RaRa kalau lagi asik ngakak-ngakak sama papainya, ami bakal dilepeh.

RaRa memang banyak aksinya. RaRa manja sekali sama papai. Maunya di-entertain terus. Artinya main fisik yang bikin cape. Digendong di leher papai, digendong di punggung, main jumpalitan kebalik-balik. Dilempar-lempar ke atas. Diayun-ayun kayak naik pesawat. Semuanya yang bikin si papai pegel-pegel. Kalau papainya berhenti, RaRa akan nguik-nguik cengeng manja. Akibatnya? Ami harus ‘nginjakin’ papai supaya sembuh dari pegelnya. Nah yang bikin papai iri, kalau sama ami, RaRa tidak manja.

Kalau permainan selesai, ya RaRa tidak nangis. Kalau didudukkan (tidak digendong lagi) RaRa tidak marah. Pokoknya beda deh. Mungkin karena seharian sama ami, jadi RaRa lebih disiplin (istilah papainya). Sementara kalau sama papainya ia punya alasan untuk manja, karena hanya ketemu pagi dan malam. Kecil-kecil RaRa sudah membuat job segregation buat orang tuanya. Aduh…. Aduh…..

Juli

Saturday, August 18, 2007

Si galak RaRa

Sejak bulan Agustus ini RaRa tambah bawel. Memang kata yang jelas terucap baru ‘mama’ dan ‘papa’. Tapi RaRa banyak ngomong. Kalau lagi asik sendiri sama mainannya, kadang kepergok lagi ngajak bicara boneka. Kalau lagi ditemenin, kita diam saja RaRa tetap ngoceh. Kalau kita ikutin apa yang RaRa suarakan, RaRa akan semakin gencar bersuara. Kalau lagi meal time dan RaRa sudah tidak mood, biasanya RaRa akan ngoceh-ngoceh nyaring. Bete mungkin disodorin sendok mulu. Tapi, most of all, yang paling lucu adalah kalau RaRa lagi mempertahankan propertinya. Papai sama ami suka godain RaRa, kalau RaRa lagi pegang sesuatu yang ia suka. Lalu RaRa bisa jadi galak banget megang erat dan mempertahankannya sambil bersuara kayak kucing berantem. Btw, sejauh ini hewan yang sering dia lihat dan jadi favoritnya memang kucing. Kalau lagi main sama Lia temennya juga begitu. Misalnya Lia mau pinjam yang RaRa pegang, aduh galaknya si RaRa. Kadang juga, Lia yang sedang ke rumah, mainin barang-barang RaRa. Kalau lagi ‘my property mood’, RaRa bakal berusaha ngerebut….. Jangan galak-galak dong RaRa.

Juli

Sunday, August 12, 2007

Rara in England jersey

Baru bangun...
Mau mam

Tuesday, August 07, 2007

Pilkada

Hari ini (8/8/07) adalah hari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta. Sebagai warga negara yang baik, Rara (dan kakak Ben) ikut Ami dan Papai menggunakan hak pilihnya. Artinya, termasuk hak untuk tidak memilih, atau memilih kedua-duanya. Begitu kan?

Rara mengamati sekali lagi kedua calon. Mau pilih 'yang ahli' atau yang akan 'benahi Jakarta'?
Memasukkan kartu pilihan ke dalam kotak suara.

Go Reds!

Rara wishes Liverpool FC luck for the new season...

Like daddy, like daughter...

Sunday, August 05, 2007

Taman Menteng

Hari Minggu (5/8) sore Rara pergi ke Taman Menteng, sambil menunggu Ami ke gereja. Ini kali ketiga Rara main di sana. Rara kelihatan selalu happy kalau main di Taman Menteng. Ia paling suka melihat air mancur. Tapi ia juga suka melihat rumput hijau dan pohon serta orang ramai. Di sana juga ada bagian taman bermain anak-anak. Rara suka berdiri di besi-besi tempat memanjat. Kelihatan sih kalau ia akan suka, karena di rumah juga senang sekali berdiri di tempat tidur, berpegangan pada teralis jendela kamar. Kemarin Rara juga coba main ayunan, dipangku papai, berdesakan sama kakak Ben. Dia marah ketika harus berhenti. Tapi memang harus gantian karena banyak teman-teman yang antre main ayunan.

Taman Menteng memang baru saja dibuka untuk umum. Dulu tempat itu adalah stadion Persija. Waktu kecil si papai pernah beberapa kali nonton pertandingan bola di sana. Sekali nonton PSSI dikalahkan PSMS Medan. Pelatihnya ketika itu pak Harry Tjong. Pemainnya antara lain Dede Sulaiman, Bambang Nurdiansyah dan Hermansyah.

Tahun lalu pak Gubernur Sutiyoso memutuskan untuk merobohkan stadion yang katanya sudah kumuh dan tidak terawat, dan membangun taman untuk masyarakat. Memang sih cara beliau dalam mengambil keputusan agak otoriter. Banyak yang protes, termasuk pihak Persija, tidak didengar. Tapi ketika jadi, masyarakat suka. Terasa sekali kalau orang Jakarta memang kekurangan ruang terbuka yang bisa diakses umum. Apalagi untuk yang punya anak bayi menjelang belajar jalan yang maunya bergerak terus seperti Rara.

Alternatifnya adalah Taman Suropati dan Taman Monas. Rara juga suka diajak papai muter-muter keliling Taman Suropati, tempat papainya konon dulu belajar jalan. Taman Monas juga enak, dan jauh lebih luas. Sayangnya para pengunjung masih belum bisa menjaga kebersihan. Di taman-taman itu, Rara bisa menemukan tempat untuk sedikit bernafas lega di antara gedung-gedung dan asap Jakarta.

Topeng monyet

Hari Minggu (5/8) pagi, Rara kedatangan tamu spesial: rombongan topeng monyet. Papai dan Ami menanggap mereka main di depan rumah, dengan bayaran Rp10 ribu sekali pertunjukan. (Tahun 1981, papai kecil hanya membayar Rp500 untuk sekali pertunjukan). Rara kelihatan senang dan excited melihat si monyet jumpalitan. Ternyata kesenian topeng monyet masih ada juga ya, meski pastinya mereka harus berjuang keras untuk bisa bertahan hidup.

Beda dengan di tahun '80an, topeng monyet abad 21 tidak lagi menyertakan anjing dan ular. Dulu kan selalu ada ular sawah belang-belang kuning hitam. Sekarang sawahnya makin susah dicari, ya otomatis ular sawahnya juga...

Thursday, August 02, 2007

Taman Mini

Akhir bulan Juli lalu, Rara mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah. Sebenarnya tujuan pergi ke sana adalah mengantar auntie Cecilia, teman papai dan ami waktu di Harvard, yang datang berkunjung. Tapi Rara sendiri belum pernah ke TMII. Pernah deh sekali, tapi malam-malam untuk datang ke pernikahan tante Erika.

Sayangnya karena sudah agak sore, Rara tidak sempat berkeliling banyak. Taman Burung dan kereta gantung sudah tutup. Banyak anjungan juga sudah mau tutup. Selain itu, sudah masuk jam makan sore Rara juga. Jadi Rara hanya sempat jalan-jalan ke anjungan Sumbar, Sumut dan Aceh. Selebihnya melihat dari dalam mobil saja.

Ini beberapa foto Rara, thanks to auntie Cecilia, karena kamera Rara ternyata kehabisan baterai...

Rara dengan latar belakang rumah adat Karo. Ah iya... sebenarnya Rara bisa mengaku sebagai Boru Sembiring ya?
Foto bertiga, di depan Museum Prajurit. Jarang-jarang nih, mumpung ada yang motretin.

Bersama auntie Cecilia.



Just like that

Asik, senangnya karena sudah seminggu ini Cemara pintar makannya. Tidak ada GTM dan halau-halauan. Tapi memang musti sabar. Soalnya RaRa butuh waktu untuk mengunyah. RaRa bukan robot yang kalau mulutnya kosong harus segera diisi. Perlu variasi dong. Yang penting RaRa sukarela membuka mulutnya dan menikmati makanannya.

Kemarin ami membelikan RaRa straw cup bergambar kodok. RaRa kan sudah lewat 9 bulan. Musti belajar pakai sedotan. Sebelumnya RaRa masih pakai spout cup. Kadang pakai spout cup RaRa masih suka keselek. Jadi ami tidak yakin RaRa bisa segera belajar menggunakan sedotan. Eh eh…. Ternyata, hanya perlu percobaan dua kali dan ia mampu melakukannya. Yang pertama RaRa bingung, jadi ami harus membantunya seperti cara minum dari cangkir. Lalu ami memberi contoh dan RaRa memperhatikan. Sesudah itu, ternyata RaRa bisa tuh nyedotnya.

Good job, RaRa!

Juli 2
August 2007

Wednesday, August 01, 2007

'Kandang' baru Rara

Pemberian Aki dan Nini dari Bintaro: